Tampilkan postingan dengan label keuangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keuangan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 November 2011

Pendapatan Freelancer


Jika memutuskan untuk mengundurkan diri dan menjadi seorang pekerja lepas. tentunya Anda tidak bisa mendapatkan gaji tetap bulanan.  Dan mumpung masih single dan tidak menanggung hidup siapa pun, pos-pos apa saja yang perlu dihemat?

Menurut Lilis Setiadi, konsultan finansial, sebagai freelancer, Anda bisa mendapatkan penghasilan yang jauh lebih besar daripada Rp10 juta per bulan, bila Anda rajin mencari job dan pandai mengatur waktu sehingga bisa memegang klien banyak dan besar.

Tetapi, bila tidak, Anda berpotensi tidak mendapatkan penghasilan apa-apa sama sekali. Artinya, kunci penghasilan Anda sebagai freelancer ada di tangan Anda sendiri. Sehingga, bila Anda yakin atas kedisiplinan, semangat, dan motivasi diri sendiri, Anda tidak perlu khawatir dengan jumlah penghasilan Anda ke depannya, karena cenderung bisa lebih baik dari penghasilan tetap Anda sekarang.

Di luar berapa penghasilan Anda per bulan nantinya, berhemat selalu merupakan hal yang bijaksana, apalagi dilakukan pada pos-pos yang sifatnya konsumtif. Pos-pos ini contohnya dana yang biasanya Anda sisihkan untuk rekreasi tahunan, nonton di akhir pekan, belanja baju baru, dan sebagainya.

Tanpa informasi detail tentang jumlah anggaran yang Anda punya untuk pos-pos tersebut, secara garis besar pos-pos itu dapat dikurangi dengan beberapa cara. Misalnya, rekreasi tahunan tetap ada, tapi destinasi luar negeri diganti dengan luar kota. Nonton atau makan di mal dengan teman-teman di akhir pekan tetap ada, tapi frekuensinya dikurangi atau pertemuan dikompensasikan dengan kumpul di salah satu rumah teman. (f)

Saatnya Memborong Dolar

Jika nilai dolar AS sedang turun, sementara rupiah menguat, apakah ini saat yang tepat untuk membeli dolar dan menabungnya? Tapi, bagaimana kita bisa tahu bahwa nilai dolar itu tidak makin turun? 

Lilis Setiadi, konsultan finansial mengungkapkan, bila Anda mempunyai pengeluaran yang perlu dibayar dalam mata uang dolar dalam waktu dekat, sangat masuk akal untuk Anda membeli dolar dalam kondisi sekarang. Tetapi, bila tidak ada, dan Anda hanya sekadar menukar rupiah ke dolar, kemudian menabungnya dalam dolar, mungkin waktunya kurang tepat.

Selain potensi keuntungan investasi dalam dolar cenderung agak rendah (dibandingkan dengan rupiah), Anda pun mempunyai risiko penyusutan nilai investasi, karena posisi rupiah terus menguat terhadap dolar. Sehingga, ketika Anda konversikan lagi dolar Anda ke dalam rupiah, total rupiah yang Anda terima pada akhirnya cenderung lebih kecil dari rupiah yang Anda gunakan pada saat awal berinvestasi.

Ini disebabkan oleh kondisi makroekonomi Indonesia yang terus membaik, sementara mata uang dolar terus melemah terhadap hampir semua mata uang, karena pertumbuhan ekonominya yang masih lambat setelah krisis keuangan dunia tahun 2008. Dengan kondisi dolar melemah terhadap rupiah, konsumen domestik (Indonesia) diuntungkan, karena dapat membeli barang impor dengan harga lebih murah. (f)

Maksimalkan ’Energi’ Dompet

Kalau Anda sempat berpikir untuk membuat suatu usaha, mungkin sudah saatnya Anda memikirkannya secara serius. Tapi, kalau membangun bisnis masih jauh dari bayangan, Anda bisa melakukan hal berikut:

1. Sisihkan dana untuk investasi secara rutin. Bisa dimulai dengan 3-5% dari penghasilan bulanan, lalu perlahan-lahan ditingkatkan secara berkala menjadi 10%, 15%, dan seterusnya, sesuai dengan meningkatnya penghasilan Anda dari bulan ke bulan atau tahun ke tahun. Investasikan dana tersebut dalam pilihan investasi yang cocok dengan profil Anda. Zaman sekarang, cukup banyak produk investasi yang tersedia dengan berbagai fitur risiko dan tingkat penghasilan (return) yang beragam. Pihak bank dan pengelola investasi dapat membantu Anda.

2. Investasikan pendapatan ekstra Anda. Pada bulan tertentu Anda mungkin akan mendapat bonus, THR, atau kenaikan gaji. Daripada Anda meningkatkan gaya hidup hingga semakin mewah (alias boros), lebih baik masukkan sebagian uang langsung ke tabungan.

3. Untuk uang yang tersisa di tabungan, carilah bunga tabungan bank terbesar. Tentunya, semakin besar bunga yang diberikan oleh bank, akan semakin banyak tabungan Anda. (f)

Sehatkan Keuangan Anda

Fasilitas kartu kredit bisa memudahkan di awal, tapi bisa menyusahkan di akhir. Karena itu, Anda perlu bijaksana menggunakannya. ’Puasa’ membeli baju atau cantik memang agak sulit. Tapi, dengan cara-cara berikut, Anda akan bisa melakukannya:

1. Tinggalkan kebiasaan mengutang. Janganlah terlalu memanjakan diri dan menggunakan semua kartu kredit, kemudian menunda pembayarannya. Jika Anda menunda pembayaran setiap bulan, selain membayar bunga yang cukup besar, Anda juga harus membayar bunga dari bunga tersebut! Tentunya hal ini sangat menguntungkan bagi bank. Jadi, pertama-tama, bayarlah tagihan kartu kredit yang tinggi bunganya dan paling besar jumlahnya. Lalu, gunakan sisa uang untuk membayar tagihan kartu yang lain.

2. Potonglah pengeluaran yang tak perlu. Misalnya, hentikan keanggotaan Anda di sebuah pusat kebugaran, jika Anda memang jarang menggunakannya. Untuk apa Anda membuang uang cukup besar untuk sesuatu yang tak Anda perlukan? Padahal, uang tersebut bisa Anda alokasikan untuk kepentingan lain. Contoh lain, Anda mungkin sangat sering berkirim SMS karena satu kali pengiriman hanya Rp300. Tidak mahal. Tapi, tanpa Anda sadari, perbincangan lewat SMS itu justru menghabiskan banyak pulsa. Dalam satu kali perbincangan, Anda bisa mengirim SMS paling tidak 10 kali. Akan lebih hemat jika Anda langsung menelepon dan berbicara seperlunya saja.

3. Janganlah mudah tergoda oleh penawaran produk yang tidak Anda perlukan. Misalnya, ada seorang salesman datang ke rumah dan dengan manis menawari sebuah mesin cuci. Sebenarnya, Anda tak memerlukan mesin cuci itu karena sudah memilikinya. Tapi, Anda merasa produk itu cukup murah, sehingga Anda pun membelinya. Padahal, Anda tidak perlu membelinya, bukan?

4. Pakailah uang tunai untuk pembelian yang bersifat impulsif. Misalnya, ketika sedang berjalan-jalan di supermarket, ketika Anda tak memerlukan apa pun, tiba-tiba Anda menginginkan cokelat. Meskipun cokelat itu terbilang mahal (paling tidak, batasan harganya sudah bisa membuat Anda mengeluarkan kartu kredit), gunakanlah uang tunai. Dengan demikian, Anda akan langsung bisa menyadari jumlah uang yang telah Anda belanjakan di luar rencana.

5. Untuk kenyamanan Anda ketika ditugaskan ke luar kota, tak ada salahnya membawa kartu kredit. Tapi, satu saja cukup, bukan? Membawa banyak kartu kredit hanya akan membuat Anda lebih tergoda untuk membeli yang tak perlu. Apalagi, jika batasan kartu kredit itu cukup besar. Dengan membawa satu kartu kredit, Anda akan memperhatikan batasannya dan kemudian membatasi keinginan untuk berbelanja. (f)